Jl. Tentara Pelajar No. 381 Kendal
  dishub@kendalkab.go.id
    (0294) 381381

Info Layanan Dinas Perhubungan

Rute Bus Kota

“Pemkab bisa memberi kemudahan seperti karcis murah berlangganan bagi pelajar, pegawai, dan anggota TNI/Polri”

Gagasan Bupati Kendal Widya Kandi mewujudkan layanan Bus Trans Kendal sangat layak ditunggu. Pasal 139 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan pada intinya memang mengamanatkan pemda menjamin ketersediaan angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan/atau barang antarkota dalam provinsi.

Nantinya Bus Trans Kendal akan melayani rute Terminal Bahurekso Kendal-Simpanglima Semarang pergi-pulang. Kehadiran layanan transportasi itu membantu mobilitas warga Kendal mengingat banyak yang lajo atau pergi-pulang dari Kendal ke Semarang karena bekerja, belajar, atau ada keperluan.

Selama ini dengan menggunakan angkutan umum, mereka mengeluarkan banyak ongkos. Pasalnya bus dari Kendal harus berhenti di Terminal Mangkang Semarang. Untuk menuju pusat kota Semarang, mereka harus berganti angkutan lain, yang berarti ada tambahan biaya dan menambah waktu tempuh. Kendati demikian, pewujudan Bus Trans Kendal perlu kajian matang.

Pasalnya, selama ini bus Sukorejo (Kendal)-Mangkang relatif sepi penumpang. Sepinya penumpang bus pada jam-jam dan hari tertentu mengakibatkan bus dari Kendal ìmengurangi kecepatanî hingga ke Mangkang. Awak bus beralasan untuk menjaring lebih banyak penumpang di jalan kendati menyebabkan waktu tempuh menjadi lebih lama.

Bus jurusan itu hanya ramai penumpang pada jam orang berangkat/pulang kerja atau hari-hari tertentu seperti Sabtu/ Minggu atau hari libur. Selebihnya tak bisa disebut ’’ramai’’.

Artinya, persoalan itu tak hanya oleh kehadiran Bus Trans Kendal tapi bagaimana mengakomodasi layanan bus yang sudah ada. Jangan sampai layanan baru tersebut mematikan bus bertrayek Sukorejo-Mangkang yang sudah lama beroperasi. Termasuk imbas bagi angkutan di Semarang yang biasa melayani rute Mangkang-Simpanglima.

Andai kehadiran Bus Trans Kendal ini memenuhi ekspektasi calon penumpang, yaitu sebagai angkutan umum yang nyaman, cepat, dan murah, pengguna motor/mobil pribadi akan beralih ke bus tersebut. Namun ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan gagasan tersebut.

Pertama; andai pengoperasiannya seperti BRT di Semarang, yang tidak sembarang tempat bisa menaikkan atau menurunkan penumpang, Pemkab Kendal berarti harus membangun sejumlah selter. Tentu harus diintegrasikan dengan keberadaan selter BRT dari Semarang. Seyogianya ada jadwal kedatangan yang bisa menjadi panduan calon penumpang.

Kendaraan Pribadi

Penumpang pasti mendambakan moda transportasi umum yang nyaman, cepat, terjadwal pasti, dan murah. Faktor nyaman, cepat, murah, dan pasti, bisa menjadi kunci sukses kehadiran bus ini. Andai salah satu dari empat kata kunci itu tidak terpenuhi, bisa jadi warga Kendal kembali memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Kedua; Bus Trans Kendal perlu diikhtiarkan membantu pengembangan Pelabuhan Kendal sebagaimana diharapkan bupati dan warga Kendal. Karena itu, pengelola perlu membidik pergerakan manusia yang akan menuju atau dari pelabuhan. Konsekuensi lain pemkab perlu membangun infrastruktur yang memadai.

Ketiga; di beberapa tempat kehadiran Bus Trans Kendal diupayakan untuk mengajak pengguna kendaraan pribadi menggunakan bus tersebut. Pekerja yang pergi-pulang tiap hari dari Kendal ke Semarang bisa dibidik sebagai calon penumpang tetap. Termasuk pelajar atau bahkan pedagang rutin pergi ke Semarang.

Dengan pelayanan yang baik, warga Kendal tertarik memanfaatkan layanan Bus Trans Kendal. Tentu pemkab perlu menggalakkan sosialisasi layanan bus itu. Termasuk memberi kemudahan seperti karcis murah berlangganan untuk pegawai Pemkab Kendal yang tinggal di Semarang atau pelajar, PNS, dan anggota TNI-Polri yang tinggal di Kendal tapi beraktivitas di Semarang. (10)

sumber : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/merealisasikan-bus-trans-kendal/